You are currently viewing Merayakan Hari Kesehatan Mental Sedunia, Saatnya Peduli Pikiran dan Emosi

Merayakan Hari Kesehatan Mental Sedunia, Saatnya Peduli Pikiran dan Emosi

Setiap tanggal 10 Oktober, Hari Kesehatan Mental Sedunia menjadi momen penting untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya merawat pikiran dan emosi. Hari ini mengajak kita peduli, mendukung, dan menciptakan lingkungan yang sehat bagi kesehatan mental semua orang.

Tentang Hari Kesehatan Mental Sedunia

Hari kesehatan mental sedunia (World Mental Health Day) adalah sebuah hari yang diadakan untuk menaikkan kesadaran masyarakat terhadap isu-isu kesehatan mental secara global dan menggerakkan upaya agar layanan kesehatan mental dapat diakses oleh semua orang. 

Hari kesehatan mental sedunia pertama kali diperingati pada 10 Oktober 1992, atas inisiatif World Federation for Mental Health (WFMH) sebagai bagian dari upaya memperluas advokasi kesehatan jiwa di tingkat global. 

Sejak itu, setiap tahun tema dan fokusnya disesuaikan dengan tantangan terkini kesehatan mental dunia. Dalam sejarahnya, peringatan ini sering melalui periode krisis atau perubahan sosial sebagai momen refleksi kolektif.

Secara statistik, persoalan mental sangat luas jangkauannya. Di tahun 2019 misalnya, WHO mencatat sekitar 970 juta orang di dunia hidup dengan gangguan kesehatan mental, dengan kecemasan dan depresi sebagai kondisi yang paling umum.

Lebih jauh, menurut laporan terbaru, lebih dari 1 miliar orang kini mengalami kondisi kesehatan mental yang membutuhkan perhatian dan dukungan. Sebanyak 15 % dari remaja di dunia dilaporkan memiliki kondisi kesehatan mental. Kondisi seperti depresi dan kecemasan juga berdampak ekonomi: biaya produktivitas global akibat depresi dan kecemasan diperkirakan mencapai USD 1 triliun per tahun.

Di Indonesia, sekitar 1 dari 5 orang berisiko mengalami gangguan jiwa, artinya sekitar 20% populasi rentan menghadapi masalah kesehatan mental (Tirto.co.id). Sayangnya, stigma sosial masih menjadi hambatan serius; survei Lembaga Psikologi Indonesia (2025) yang dikutip oleh Republika.co.id menunjukkan bahwa 60% penderita depresi enggan mencari bantuan karena takut dianggap “lemah” atau “tidak stabil.”

Kondisi ini menegaskan pentingnya momentum seperti hari kesehatan mental sedunia untuk meningkatkan kesadaran, mengurangi stigma, dan mendorong akses terhadap layanan kesehatan mental yang memadai.

5 Manfaat Merayakan Hari Kesehatan Mental Sedunia

hari kesehatan mental sedunia 2

Merayakan hari kesehatan mental sedunia punya banyak manfaat nyata. Beberapa di antaranya:

1. Meningkatkan kesadaran publik

Masyarakat menjadi lebih paham bahwa kesehatan mental adalah bagian penting dari kesejahteraan secara keseluruhan. Kesadaran ini mendorong individu untuk lebih peduli pada kesehatan jiwa mereka sendiri dan orang-orang di sekitar mereka.

2. Membuka ruang dialog

Forum publik, media sosial, dan kampanye memberikan kesempatan untuk membicarakan isu-isu seperti stres, kecemasan, dan depresi. Diskusi terbuka ini membantu orang merasa lebih didengar dan memahami bahwa mereka tidak sendirian.

3. Mengurangi stigma

Ketika orang berbicara secara terbuka tentang kesehatan mental, stereotip dan prasangka terhadap penderita gangguan mental mulai berkurang. Hal ini menciptakan lingkungan yang lebih aman dan inklusif untuk mencari bantuan.

4. Mendorong kebijakan dan investasi

Perayaan ini menjadi momentum bagi pembuat kebijakan untuk mengalokasikan dana, memperkuat layanan, dan menciptakan regulasi pendukung kesehatan mental. Investasi ini penting untuk memastikan layanan mental dapat diakses semua kalangan.

5. Menyatukan aksi komunitas

Organisasi lokal, kelompok masyarakat, dan individu dapat bekerja sama untuk berbagi sumber daya dan memperkuat jaringan dukungan. Kolaborasi ini meningkatkan kapasitas komunitas untuk membantu mereka yang membutuhkan dukungan kesehatan mental.

Hari Kesehatan Mental Sedunia di JIVARAGA 

Untuk membantu masyarakat menghadapi tantangan kesehatan mental, JIVARAGA, premium wellness space di Jakarta, menghadirkan rangkaian program “HEAL • GROW • RISE” sepanjang bulan Oktober, dalam rangka memperingati Hari Kesehatan Mental Sedunia yang jatuh pada tanggal 10 Oktober. Program ini dirancang untuk memberikan ruang aman bagi siapa pun untuk memprioritaskan diri, melakukan self-care, dan menjalani proses healing yang menyenangkan serta mendalam.

Program-program bulan Oktober tersebut antara lain:

  • 21-Class Challenge – Ikuti 21 kelas selama Oktober dan dapatkan hadiah spesial. Pilihan kelas mencakup yoga, mindfulness, sound bath, dan healing workshops.
  • First-Timer 2-Class Pass – Hanya IDR 290K (nilai IDR 450K) khusus peserta baru.
  • Shareable 10-Class Package – Paket 10 kelas seharga IDR 1,000K (nilai IDR 2,250K), dapat digunakan sendiri atau dibagikan bersama teman.
  • 2-Pax Workshop Pass – Hadir bersama sahabat dan rasakan pengalaman penyembuhan melalui sesi Family Constellation, Himalayan Sound Bath & Reiki Healing, TAT untuk Pemula, Spiritual Awakening, hingga Shamanic Breathwork with Reiki.

“Di bulan kesehatan mental ini, kami ingin menghadirkan ruang aman bagi siapa pun untuk memprioritaskan diri, mengambil jeda, dan melakukan healing. Ketika seseorang merasa tenang dan terhubung dengan diri sendiri, mereka dapat berkontribusi lebih baik bagi keluarga, pekerjaan, dan komunitas,” ujar Cindy Gozali, Founder & CEO JIVARAGA.

Melalui program ini, JIVARAGA berharap dapat meningkatkan kesadaran tentang kesehatan mental, mengurangi stigma, dan memberikan akses pada praktik kesejahteraan mental yang efektif serta menyenangkan bagi masyarakat luas.

Untuk informasi lebih lanjut mengenai program-program tersebut, klik:

https://jivaraga.com/

Atau, menghubungi JIVARAGA via WA:

https://wa.me/6281188811338

Juga, di Instagram:

https://www.instagram.com/jivaragaspace

(Foto: Freepik, Pexels)