You are currently viewing 8 Ciri-Ciri Baby Blues: Cara Mudah Mengenali dan Mengatasi Tantangan Emosional setelah Melahirkan
Sumber: Freepik

8 Ciri-Ciri Baby Blues: Cara Mudah Mengenali dan Mengatasi Tantangan Emosional setelah Melahirkan

Menjadi ibu baru adalah salah satu pengalaman terindah dalam hidup. Namun, pada satu sisi, bisa menjadi periode yang penuh tantangan. Perubahan yang dirasakan oleh ibu setelah melahirkan dapat menyebabkan terjadinya baby blues. Kondisi ini tidak hanya memengaruhi emosional dan fisik ibu, tapi juga bisa berdampak pada pengasuhan sang bayi yang baru lahir.

Oleh karena itu, penting bagi kita untuk mengetahui ciri-ciri baby blues. Selain mencari cara yang tepat untuk mengatasinya, juga agar dapat memberikan dukungan yang sesuai bagi ibu yang mengalaminya.

Apa Itu Baby Blues?

Baby blues adalah kondisi emosional yang sering terjadi pada ibu baru setelah melahirkan. Mengutip dari Healthline, baby blues sering terjadi pada setiap empat dari lima ibu yang baru melahirkan. Umumnya, baby blues bersifat lebih ringat dibanding depresi pasca-persalinan (postpartum depression).

Selain itu, baby blues terjadi dalam jangka waktu yang lebih pendek dibandingkan depresi pasca-persalinan. Kondisi ini biasanya muncul dalam waktu dua hingga tiga hari setelah kelahiran dan dapat berlangsung hingga dua minggu. Walaupun tidak seberat depresi pasca persalinan, baby blues tetap memerlukan perhatian dan dukungan.

Ciri-Ciri Baby Blues

ciri-ciri baby blues adalah
Sumber: Freepik

Memahami ciri-ciri baby blues dapat berguna supaya ibu mampu mengelola kondisi dengan lebih baik setelah melahirkan. Tidak lupa, agar orang-orang di sekitar sang ibu dapat memberikan dukungan yang tepat baginya. Hal ini akan mencegah kondisi baby blues berkembang menjadi depresi pasca-persalinan yang lebih serius.

Berikut adalah ciri-ciri baby blues yang umum dialami oleh ibu baru setelah melahirkan:

1. Perubahan mood yang cepat

Salah satu ciri-ciri utama baby blues adalah perubahan mood yang cepat dan intens. Ibu baru mungkin merasakan suasana hati yang berubah-ubah dalam waktu singkat. Misalnya, mereka bisa merasa sangat bahagia ketika melihat bayi mereka, tapi mendadak merasa sedih atau cemas tanpa alasan yang jelas. Perubahan mood ini disebabkan oleh fluktuasi hormon setelah melahirkan.

2. Rasa cemas dan sedih yang mendalam

Rasa cemas dan kesedihan yang mendalam adalah ciri-ciri lain dari baby blues. Ibu mungkin merasa khawatir tentang kemampuan mereka dalam merawat bayi atau merasa sedih tanpa alasan yang jelas. Kadang, perasaan ini hilang dengan sendirinya. Meski demikian, perasaan cemas dan kesedihan ini tetap dapat mengganggu kesehatan mental ibu.

3. Merasa lelah dan tidak berenergi

Kelelahan ekstrem adalah gejala umum dari baby blues. Setelah melahirkan, ibu baru sering kali mengalami kurang tidur, perubahan pola makan, dan perawatan bayi yang melelahkan. Kelelahan ini dapat memperburuk perasaan cemas dan sedih yang dirasakan oleh ibu.

4. Sulit tidur adalah salah satu ciri-ciri baby blues

Sulit tidur atau mengalami gangguan tidur juga bisa menjadi tanda baby blues. Meskipun ibu mungkin merasa sangat lelah, mereka mungkin mengalami kesulitan untuk tidur nyenyak. Ini disebabkan pikiran yang terus-menerus mengganggu mereka, selain harus menjaga bayinya yang terjaga di malam hari.

5. Merasa jauh dengan orang sekitar

Ibu yang mengalami baby blues mungkin merasa terasing dari orang di sekelilingnya. Ia juga merasa tidak berdaya untuk menjalani tanggung jawab sebagai orang tua. Ada ketakutan tidak mampu memenuhi ekspektasi sebagai ibu baru dan merasa tertekan oleh beban tugas yang ada.

Baca Juga: Cara Mengendalikan Emosi di Kantor untuk Kesuksesan Karier

6. Emosi yang tidak stabil adalah salah satu ciri-ciri baby blues

Baby blues sering ditandai dengan ketidakstabilan emosional. Ibu bisa merasa sangat sensitif terhadap hal-hal kecil, dan mudah tersinggung atau menangis tanpa sebab yang jelas. Emosi mereka bisa melonjak dari satu ekstrem ke ekstrem lainnya dengan cepat.

7. Perubahan pola makan

Ibu yang mengalami baby blues mungkin mengalami perubahan nafsu makan. Bisa kehilangan selera makan atau makan lebih banyak dari biasanya sebagai cara untuk mengatasi stres.

8. Sulit konsentrasi

Kesulitan dalam fokus dan berkonsentrasi pada tugas sehari-hari atau perawatan bayi adalah tanda bahwa ibu mungkin sedang mengalami baby blues. Hal ini sering disebabkan oleh kelelahan, stres, dan perubahan hormon setelah melahirkan.

Untuk membantu mengatasi gejala baby blues, beberapa sesi yang ada di JIVARAGA menawarkan teknik relaksasi yang membantu meredakan kecemasan dan kesehatan emosional. Ada sesi yoga dari Senin-Minggu, sesi sound healing, juga sesi meditasi dan mindfulness. Semuanya menawarkan pendekatan holistik untuk membantu ibu baru mengelola stres dan meredakan gejala baby blues.

JIVARAGA juga menyediakan sesi konseling individu yang dapat membantu ibu berbagi pengalaman mereka seorang terapis atau konselor yang terapis. JIVARAGA akan memberikan dukungan emosional bagi ibu baru dalam menghadapi kondisi yang tengah ia jalani.

Booking tempat Anda sekarang juga! Informasi lebih lanjut dapat menghubungi JIVARAGA via WA di:

https://wa.me/6281188811338

Atau, follow Instagram JIVARAGA:

https://www.instagram.com/jivaragaspace

This Post Has One Comment

Leave a Reply