You are currently viewing Pentingnya Tujuan Hidup untuk Memberi Makna Eksistensi Diri
Sumber: Freepik

Pentingnya Tujuan Hidup untuk Memberi Makna Eksistensi Diri

Ada satu pertanyaan yang mungkin selama ini terus berada dalam pikiran, yaitu apa tujuan hidup kita? Pertanyaan ini tak jarang mendorong kita untuk merenung lagi makna di balik setiap langkah dalam perjalanan hidup kita. Menemukan tujuan hidup adalah perjalanan instropektif yang memungkinkan kita menjelajahi kedalaman eksistensi. Pada akhirnya, dapat menemukan arah yang memberi makna pada setiap tindakan dan keputusan yang kita ambil.

Mengidentifikasi tujuan hidup bisa jadi langkah penting untuk perjalan kita dalam mencari jati diri. Meski seringkali terdengar seperti hal yang abstrak, tetap ada langkah-langkah konkret yang dapat kita ambil untuk mengetahui tujuan hidup kita. Dengan pendekatan yang tepat dan pemahaman mendalam tentang diri sendiri, diharapkan kita dapat membuka tabir misteri dan mengungkap esensi apa yang benar-benar penting dalam hidup kita.

Apa Itu Tujuan Hidup?

kebahagiaan hidup
Sumber: Freepik

Pertanyaan tersebut sudah menjadi bahan diskusi filosofi sejak zaman kuno. Secara sederhana, tujuan hidup adalah faktor utama yang memberikan motivasi dalam kehidupan kita. Faktor ini membantu kita dalam mengambil keputusan hidup, membentuk pencapaian, dan memengaruhi perilaku pribadi. Tujuan kehidupan juga memberi kita makna dan arah ketika menjalani kehidupan.

Beberapa orang mungkin menganggap tujuan hidup terletak pada pencapaian materi, karier yang sukses, atau kebahagiaan pribadi. Untuk yang lain, itu mungkin terletak ketika mampu menciptakan sesuatu yang lebih besar dari dirinya, seperti menciptakan perubahan positif dalam masyarakat dan mendalami pencarian spiritual. Apa pun itu, tujuan hidup seperti peta jalan yang membimbing kita dalam perjalanan kehidupan. Selain itu, juga memberikan arah dan makna pada setiap tindakan dan keputusan yang diambil.

Aldini Pratiwi (Tiwi), CHt.,Spiritual Life Coach and Quantum Healing Facilitator Jivaraga, memaknai tujuan hidup sebagai misi hidup atau misi jiwa setiap manusia. Menurut Tiwi, setiap manusia yang lahir ke dunia ini pasti memiliki tujuan. Tuhan telah menciptakan kita dengan suatu tugas atau dengan suatu blueprint. “Tidak ada orang yang tidak memiliki tujuan hidup. Sudah ada “tugas” yang terikat pada diri kita semua sejak awal,” tegas Tiwi.

Baca Juga: Tambah Usia dengan Elegan: 5 Kebiasaan Baik untuk Hidup yang Berkualitas

Peran Tujuan dalam Hidup

ideas
Sumber: Pexels

Adanya tujuan hidup akhirnya menjadi penting dalam kehidupan kita. Tiwi menyebutkan ketika seseorang tidak memiliki tujuan hidup, ia akan kebingungan mencari tahu apa sebenarnya yang ia kejar di dunia ini. “Dengan mengetahui tujuan dalam kehidupan, kita jadi paham akan makna eksistensi di dunia ini. Misalnya, untuk memberikan sesuatu ke masyarakat atau memberikan peran dalam bidang tertentu,” jelas Tiwi.

Hidup dengan tujuan tidak sekadar menjalani apa yang sudah diwariskan sebelumnya—misalnya, oleh keluarga atau orang tua—atau menuruti kebiasaan masyarakat secara umum saja. Pasalnya, tujuan hidup lebih bisa lebih dari hal-hal umum tersebut.

Tujuan memberi kita fokus, motivasi, dan fulfilment. Tanpa tujuan kehidupan, kita mungkin merasa terombang-ambing atau kehilangan sesuatu di kehidupan yang luas ini. Tujuan dapat menjadi nafas dan energi dalam perjalanan kehidupan, memotivasi untuk menghadapi tantangan dan meraih impian.

Bahkan, memiliki tujuan hidup berdampak positif pada kesehatan. Sebuah penelitian (Tanno et.al., 2009) terhadap lebih dari 73.000 pria dan wanita Jepang menemukan bahwa mereka dengan tujuan kehidupan yang jelas dan kuat (disebut juga ikigai) cenderung berumur lebih panjang.

Studi lain (Koizumi et.al., 2008) menemukan keterkaitan antara pria Jepang yang mengalami kematian dini atau mengidap penyakit kardiovaskular dengan tidak adanya atau rendahnya ikigai mereka. Hal tersebut memperlihatkan bahwa tujuan hidup memengaruhi semua aspek holistik manusia.

Baca Juga: Mental Health adalah Menjaga Keseimbangan Pikiran, Jiwa, dan Perasaan

Tujuan yang Berubah

tujuan hidup lagi
Sumber: Freepik

Manusia selalu tumbuh dan berkembang. Karena itu, apakah tujuan hidup kita dapat berubah seiring waktu? Jawabannya adalah ya. Tiwi menyebutkan bahwa semua manusia itu tujuan hidupnya adalah bermanfaat untuk orang lain. Namun, cara supaya dapat bermanfaat untuk orang lain itu yang berkembang.

Pengalaman hidup, pengetahuan baru, dan refleksi mendalam yang ditemui sepanjang perjalanan eksistensi diri dapat mengubah pandangan kita tentang apa yang benar-benar penting dalam hidup ini.  

“Dan, manusia memang sekitar setiap 5 tahun sering mengalami perubahan dalam diri dengan berkontemplasi apakah yang akan ia lakukan ke depannya,” kata Tiwi. Kita mungkin menemukan tujuan baru yang lebih sesuai dengan evolusi kita sebagai manusia. Itu adalah bagian alami dari perjalanan hidup dan tidak dapat terhindarkan.

“Meskipun, memang ada orang-orang yang ‘mematikan’ perasaannya sehingga berpikir bahwa dirinya akan terus seperti saat ini hingga akhir hayatnya. Padahal, hal tersebut dapat mematikan panggilan jiwanya yang menjadi tujuan hidupnya,” tambah Tiwi.

Baca Juga: 13 Penyebab Masalah Kesehatan Mental, Perlu Waspada!

Bagaimana Jika Tidak Punya Tujuan?

Seperti yang sudah disebutkan Tiwi sebelumnya bahwa tidak ada orang yang tidak memiliki life’s purpose. Sebab, Tuhan telah menciptakan manusia dengan suatu “tugas” yang ingin diselesaikan sejak ia lahir ke dunia. Yang biasanya terjadi adalah seseorang yang tidak mengetahui tujuan hidupnya, terutama karena belum bisa menemukan hal tersebut.

Bagi beberapa orang, mencari tujuan hidupnya bisa menjadi perjalanan panjang yang penuh kebingungan dan ketidakpastian. Mereka mungkin merasa kehilangan atau tidak memiliki arah yang jelas dalam hidup mereka. Menurut Tiwi, orang seringkali tidak atau sulit menemukan tujuan hidupnya karena trauma, pola pikir yang membatasi, logika diri yang terlalu tinggi, ambisi yang terlalu tinggi, atau pun takut untuk menggali potensi mereka sepenuhnya yang akhirnya malah mengaburkan tujuan hidupnya tersebut.

Baca Juga: Mindfulness adalah Seni Menikmati Setiap Momen di Tengah Kesibukan

Bantuan untuk Menemukan Tujuan Kehidupan

Penting untuk diingat, bahwa tujuan hidup bukanlah sesuatu yang harus ditemukan dengan segera, melainkan sebuah proses yang membutuhkan waktu dan eksplorasi diri yang mendalam. Manusia dalam sebagian besar waktunya, menurut Tiwi,  menggunakan hanya 20% dari kesadarannya (atas sadar). Sedangkan, 80% menjadi bawah sadarnya. Nah, untuk bisa menemukan tujuan hidup, perlu untuk mengeksplorasi lagi bawah sadarnya yang masih berjumlah 80% tersebut.

“Jadi, we need to deep dive, supaya jiwa kita bisa mengarahkan lagi ke mana seharusnya kita melangkah. Untuk itu, perlu lebih aware pada diri sendiri dengan cara lebih banyak self-talk, meditasi, ikuti kata hati, hingga bisa menemukan tujuan dalam hidupnya,” tutur Tiwi.

Selain itu, bantuan profesional dapat juga digunakan untuk membantu menavigasi perjalanan menemukan tujuan hidup yang lebih bermakna. Salah satunya adalah dengan mengikuti workshop “Discover Your Life’s Purpose” dari Jivaraga, yang akan dipandu oleh Tiwi sendiri.

Dalam acara yang akan berlangsung pada tanggal 21 April 2024 di Jivaraga Space ini, setiap peserta akan dibantu Tiwi untuk mencari atau lebih aware mengenai tujuan hidup mereka. “Saya akan membantu membawa ke permukaan atau mengungkapkan hal-hal yang bisa kita lakukan ke depannya dalam mencari tujuan dalam kehidupan,” kata Tiwi.

Menarik, kan? Yuk, segera daftarkan diri Anda karena tempatnya terbatas. “Pada akhirnya, dengan mengetahui tujuan hidup kita melalui workshop ini, diharapkan kehidupan kita dapat lebih fulfiling, memuaskan, dan seimbang,” tutup Tiwi.

This Post Has 2 Comments

Comments are closed.