You are currently viewing Perbedaan Life Coaching dan Terapi: Tentukan yang Dibutuhkan Sesuai Tujuan
Sumber: Freepik

Perbedaan Life Coaching dan Terapi: Tentukan yang Dibutuhkan Sesuai Tujuan

Ketika mencari bantuan profesional untuk membimbing kita melalui tantangan atau krisis dalam hidup, sering kali kita dihadapkan pada pertanyaan: apakah kita membutuhkan seorang life coach untuk life coaching atau terapis dalam menjalani terapi? Keduanya memang mirip dan memiliki tujuan serupa. Namun, ada beberapa perbedaan mendasar yang akan membantu kita membuat pilihan yang tepat sesuai kebutuhan kita.

Life coaching dan terapi memiliki tujuan yang sama untuk membantu individu mencapai kesehatannya secara menyeluruh dan pengembangan pribadi. Namun, pada pendekatan dan fokus mereka ada perbedaan yang akan membantu mengatasi masalah pribadi maupun profesional dengan lebih efektif.

Apa Itu Life Coaching?

life coach
Sumber: Freepik

Pertama-tama, kenali dulu perbedaan keduanya. Seorang life coach adalah seorang profesional yang bertujuan untuk membimbing individu dalam mencapai tujuan-tujuan pribadi, profesional, atau kesehatan mental dan fisik secara umum. Mereka menggunakan pendekatan yang terarah dan penuh dukungan untuk membantu klien menemukan dan mencapai potensi terbaik mereka.

Praktisi life coaching bekerja dengan klien yang mencari arah atau dukungan untuk mengatasi hambatan-hambatan tertentu dalam hidup mereka. Seperti, ingin mengembangkan keterampilan kepemimpinan, meningkatkan produktivitas, atau menyeimbangkan kehidupan karier dan pribadi.

Dalam praktiknya, praktisi life coaching memanfaatkan teknik-teknik, seperti memberikan pertanyaan-pertanyaan terarah, tugas yang perlu dikerjakan, dan membantu merencakan langkah-langkah konkret klien untuk mencapai goals mereka. Life coach juga memberikan dukungan emosional dan validitas selama prosesnya.

Menurut Professional Certified Coach (PCC),  Jamie Blume, melansir dari Real Simple, life coach biasanya menggunakan pendekatan berbasis kekuatan (keyakinan) diri. Praktisi life coaching akan menyampaikan kondisi kliennya yang ada saat ini, tentang pemikiran, keyakinan, dan emosi yang muncul dari—mungkin—trauma masa kecil atau masa lalu.

Namun, mereka akan menekankan mencari cara untuk bergerak maju menuju suatu tujuan. Pendekatan tersebut, tambah Jamie, akan menawarkan bimbingan dan dukungan dengan cara yang strategis dan berorientasi pada tujuan. Bukan hanya menghilangkan emosi yang terpendam, menggali pengalaman masa lalu, dan mengeksplorasi emosi.

Baca Juga: Pentingnya Leadership Coaching dalam Membantu Pengembangan Karier Pribadi dan Kolektif

Apa Itu Terapis?

Sementara, terapi sendiri lebih berorientasi pada kesehatan dan cenderung menggunakan komponen emosional dalam penanganannya. Seorang terapis adalah profesional pada bidang kesehatan mental yang terlatih untuk membantu individu untuk mengatasi masalah-masalah psikologis, emosional, atau perilaku. Pendekatan yang digunakan bersifat terapeutik, seperti kognitif perilaku, psikoanalisis, hingga terapi percakapan dalam mengatasi masalah klien.

Dalam terapi, seorang terapis bekerja sama dengan kliennya untuk mengeksplorasi berbagai aspek. Aspek tersebut berupa pikiran, perasaan, dan pengalaman klien, yang digunakan untuk memahami akar masalah dan mencari cara untuk mengatasi atau mengelolanya. Melalui terapi, klien dapat memperoleh wawasan mendalam tentang diri mereka dan menemukan cara-cara baru untuk merespons tantangan dalam hidupnya.

Baca Juga: Apa Itu Komunikasi Heart Core? Pahami Agar Hubungan Antar Personal Jadi Lebih Bermakna Bersama Cindy Gozali

Perbedaan Praktisi Life Coaching dan Terapis

Terapi
Sumber: Freepik

Life-coach dan terapis sama-sama bertujuan membantu individu mencapai kesejahteraan dan pengembangan diri. Meski demikian, ada beberapa perbedaan mendasar yang perlu diperhatikan untuk menentukan pilihan yang tepat.

1. Fokus dan pendekatan

Terapis cenderung fokus pada penyembuhan dan pemulihan dari masalah psikologi yang mendalam, seperti anxiety, depresi, atau trauma. Mereka menggunakan pendekatan terapeutik yang berorientasi pada pemecahan masalah dan penyembuhan.

Sedangkan, praktisi life coaching fokus membantu klien mencapai tujuan-tujuan tertentu dalam hidup mereka, baik itu dalam hal karier, kehidupan pribadi, atau bidang lainnya. Mereka menggunakan teknik-teknik seperti pembinaan, pertanyaan terarah, dan tugas yang perlu dikerjakan. Tujuannya, untuk membimbing klien mencapai potensi maksimal mereka.

2. Kualifikasi dan regulasi

Terapis umumnya memiliki gelar dalam bidang kesehatan—kesehatan mental jika menyangkut penyembuhan masalah mental—dan harus memiliki lisensi untuk praktik. Sedangkan, life coaching memang tidak seketat terapis, terutama dalam hal regulasi kesehatan. Meski demikian, seorang praktisi life coaching yang tepercaya perlu melakukan pelatihan dan mendapatkan akreditasi yang tepat. Dengan demikian, mendapatkan sertifikasi yang menjamin kemampuan mereka untuk life coaching.

3. Masalah dan tujuan klien

Umumnya, klien mencari bantuan terapis karena mereka menghadapi masalah psikologis yang berdampak juga pada kesehatannya. Seperti, gangguan kecemasan, depresi, PTSD, hingga gangguan makan. Mereka sering mencari bantuan ntuk penyembuhan dan pemulihan masalah-masalah tersebut.

Sedangkan, pada life coaching, bimbingan para praktisi dicari klien untuk mengelola stres, mendapatkan ketenangan pikiran, meningkatkan produktivitas, hingga meningkatkan kemampuan kepemimpinan.

Dengan memahami perbedaan ini, kita dapat memilih pendekatan yang sesuai dengan kebutuhan dan tujuan kita sendiri, memanfaatkan sumber daya profesional yang ada untuk membantu kita melangkah maju dalam perjalanan hidup kita.

Dapat Saling Mendukung

MANAGERS
Sumber: Freepik

Meskipun antara life coach dan terapi berbeda, praktisi life coaching dan terapis dapat bekerja sama untuk membantu klien mereka. Life coach dapat merekomendasikan terapi kepada pasiennya jika ternyata mereka menghadapi trauma mendalam, depresi, atau masalah mental lainnya yang perlu dipantau atau diobati. Sebaliknya, jika terapis membutuhkan pertimbangan lain untuk membantu kliennya, seperti tentang perilaku atau pemikiran klien, mereka dapat meminta bantuan praktisi life coaching.

Selain itu, ketika digunakan bersamaan, kombinasi antara seorang life coach dan terapis dapat membentuk dukungan yang holistik untuk individu dalam perjalanan pertumbuhan pribadi dan kesejahteraan mental mereka. Seorang life coach dapat membantu klien merumuskan tujuan-tujuan spesifik dalam hidup mereka, memberikan arah praktis, dan membantu membangun keterampilan yang diperlukan untuk mencapai tujuan tersebut.

Di sisi lain, seorang terapis dapat memberikan ruang aman untuk mengeksplorasi dan mengatasi masalah-masalah psikologis mereka. Mereka juga menyediakan dukungan emosional dan bimbingan terapeutik berkelanjutan. Dengan kombinasi pendekatan ini, individu dapat memperoleh manfaat dari pandangan yang berbeda dan dukungan komprehensif untuk mengatasi tantangan dan mencapai potensi penuh mereka. yang komprehensif dalam mengatasi tantangan dan mencapai potensi penuh mereka.

Masih bingung memilih bantuan antara life coach atau terapis? Jivaraga siap membantu menavigasi pilihan Anda. Dengan pendekatan yang holistik dan berpengalaman, tim profesional Jivaraga akan membimbing Anda menetapkan tujuan-tujuan hidup yang jelas dan mengatasi hambatan-hambatan yang mungkin muncul sepanjang perjalanan healing Anda.

Untuk informasi lebih lanjut, dapat menghubungi kami di:

https://wa.me/6281188811338 atau follow Instagram kami di https://www.instagram.com/jivaragaspace.

Jivaraga menyediakan layanan yang dipersonalisasi dan mendalam untuk membantu Anda mencapai kesehatan secara menyeluruh dan kesuksesan yang berkelanjutan.

Leave a Reply