You are currently viewing 6 Peran Anak dalam Keluarga yang Penting Diketahui
Paxels.com

6 Peran Anak dalam Keluarga yang Penting Diketahui

Keluarga merupakan organisasi terkecil dalam masyarakat. Di dalam lingkup keluarga, Anda mengalami proses belajar dan mengajar untuk pertama kali. Itulah sebabnya setiap keluarga, baik ayah, ibu, maupun anak, perlu memiliki dan memahami aturan dan peran yang jelas.

Disebutkan dalam Centers of Disease Control and Prevention, berbagai aturan dalam keluarga akan membantu membuat struktur yang jelas terkait perilaku anggota keluarga, terutama anak. Aturan tersebut dapat bersifat mengikat karena berkaitan erat dengan perannya dalam keluarga.

Namun, aturan dalam keluarga yang mengikat perlu menjelaskan beberapa hal, seperti:

  • Perilaku fisik antar anggota keluarga, seperti bersikap baik antar anggota keluarga.
  • Keselamatan pribadi, seperti menggunakan sabuk pengaman saat berkendara.
  • Perilaku dan kebiasaan, seperti tidak memotong pembicaraan orang lain.
  • Rutinitas harian, seperti giliran tugas membersihkan rumah.
  • Menghormati dan menghargai orang lain, seperti mengetuk pintu sebelum masuk ke kamar saudara atau saat bertamu ke rumah orang lain.

Untuk membantu tingkat keselarasan hidup berkeluarga, setiap anggota keluarga juga perlu memahami (dan menyadari) perannya masing-masing. 

Yang paling mudah dan disetujui oleh masyarakat luas dan menjadi konsep yang “standar”  misalnya peran Ayah sebagai pencari nafkah dan menjaga keluarganya lahir batin. Sedangkan peran Ibu adalah membantu Ayah mengurus keluarga. 

Baca Juga: 5 Cara Membuat Hari Senin Terasa Lebih Ringan dan Menyenangkan

Meski demikian, hal di atas tentu seringkali berubah dan menjadi lebih seimbang seiring dengan perkembangan zaman. Yang tetap sama adalah peran anak dan aturannya dalam keluarga. Bagaimana peran anak sebenarnya?

Peran Anak dalam Keluarga

Peran anak dalam keluarga akan berubah setiap jenjang pertumbuhannya. Hal ini perlu dipahami oleh setiap anak, mengingat mereka akan bertumbuh dan menyesuaikan diri di luar rumah. 

Peraturan dalam keluarga membantu anak untuk mengerti peraturan dasar perilaku yang baik dan mana yang tidak baik atau menyalahi aturan.

Meski demikian, peraturan dan peran setiap orang dalam keluarga dapat berjalan dengan baik selama dilakukan secara konsisten, dapat diprediksi, dan, pastinya, diikuti oleh setiap anggota keluarga. Di sinilah fungsi kedua orangtua untuk membantu anak mengenali, memposisikan diri, dan mengerti perannya dalam keluarga. 

Agar lebih mudah memberi pengertian pada Si Kecil, simak beberapa peran anak dalam keluarga berikut: 

1. Mendengarkan dan Menaati Orangtua

Peran anak dalam keluarga yang pertama adalah mendengarkan dan menaati kepemimpinan orangtua. Hal ini sangatlah alami, karena dalam setiap anggota keluarga pasti ada satu orang pemimpin teratas: Dads atau Moms, namun biasanya pemegang kepemimpinan tersebut adalah Dads. 

Baca Juga: Cara Mengendalikan Emosi di Kantor untuk Kesuksesan Karier

Semua keputusan penting bagi anak akan ditentukan oleh orangtua. Gaya kepemimpinan dalam keluarga pun biasanya juga bisa memengaruhi peran anak dalam keluarga. 

Sebagian besar orangtua bisa jadi tetap membuat keputusan bagi anaknya hingga mencapai usia dewasa atau bahkan setelah dewasa. Namun, sebagian orangtua lainnya, bisa jadi, sedikit demi sedikit memberikan kebebasan dan peran lebih besar pada anak di dalam keluarga sejak usia masuk sekolah dasar. 

Beberapa tahun belakangan ini, banyak orangtua mempraktikkan seni Gentle Parenting dalam kehidupan keluarganya.

Gentle parenting adalah pola asuh yang dilakukan dengan pendekatan lembut dan penuh kasih sayang dari orang tua ke anaknya. Pola asuh ini pada dasarnya membutuhkan kerja sama yang baik antara orang tua dan anak. Oleh karena itu, gentle parenting sering disebut juga pola asuh kolaborasi (collaboration parenting).

Pola asuh gentle parenting dilakukan berdasarkan empat prinsip utama, yaitu empati, rasa hormat, pengertian, dan batasan. Tujuan utamanya,  agar anak tumbuh dengan bahagia serta menjadi pribadi yang mandiri dan percaya diri.

Peran Anak dalam Keluarga Inti
Pexels.com

Yang jelas, peran anak dalam keluarga perlu dievaluasi seiring dengan bertambahnya usia anak. Apalagi jika anak-anak sudah bisa mengutarakan pendapat, menyatakan ketidaksetujuan, atau melakukan argumentasi untuk mempertahankan keinginan mereka.

Jika hal ini terjadi, Mom dan Dads perlu bersikap bijak dan menghargai pendapat mereka. Hal ini sangatlah penting untuk membentuk kepribadian mandiri dan percaya diri saat ia dewasa kelak. 

Sebagai orangtua, seringkali kita menginginkan yang terbaik untuk mereka. Namun kita perlu sadar, setiap anak memiliki perjalanan hidupnya masing-masing. Orangtua perlu menyadari dan membimbing anak untuk menjalani hidupnya dan menjadi sosok terbaik versi mereka sendiri, bukan versi Anda sebagai orangtua,” jelas Silvia Basuki selaku Family & Couple Counselor, Certified Family Constellation Therapist. 

Cobalah untuk membuka diri dan mendengarkan pendapat mereka. Hargai prosesnya dan bimbing mereka untuk mencapai hasil terbaik versi anak. Dengan demikian, anak akan merasa ‘didengar’ dan ‘dilihat’ sebagai manusia. Kelak mereka pun tidak ragu dan percaya diri untuk berbicara kepada dunia,” ujarnya lagi. 

2. Belajar dengan Rajin dan Giat

Peran anak dalam keluarga yang kedua adalah belajar dengan rajin dan benar. Proses belajar yang dimaksud meliputi pembelajaran di lingkungan sekolah ataupun rumah dengan baik.

Tujuannya agar anak bisa belajar mengenai ilmu pengetahuan, bersikap, berkomunikasi, dan sebagainya. Dengan demikian seorang anak dapat menjadi sosok baik dan berhasil di masa depan.

Jika anak berhasil dan menjadi orang sukses dirinya serta keluargnya kelak, siapalagi yang akan berbangga hati kalau bukan Moms dan Dads, kan? 

3. Menghormati Kedua Orangtua dan Menyayangi yang Lebih Kecil

Moms dan Dads telah mengeluarkan banyak tenaga dan waktu untuk membesarkan Si Kecil. Maka, sudah seharusnya seorang anak pun menghormati orangtuanya. 

Peran anak dalam keluarga pun tidak hanya sebatas pada kedua orangtua saja. Lebih dari itu, setiap anak pun perlu menghargai dan bertanggung jawab pada anggota keluarga lainnya, baik yang lebih tua ataupun lebih muda.

Contohnya, anak perlu menjaga relasi baik dan akur dengan kakak dan adiknya. 

4. Membantu Orangtua dalam Tugas-Tugas Sederhana

Peran anak dalam keluarga yang tidak kalah penting adalah membantu melakukan beberapa hal sederhana dalam rumah tangga. 

Sebut saja mulai dari membantu orangtua menjaga kebersihan rumah dengan cara membantu menyapu atau membersihkan kamar sendiri. Dengan demikian, secara tidak langsung Si Kecil pun dilatih untuk bertanggung jawab terhadap dirinya sendiri dan lingkungan sekitarnya sejak dini. 

5. Menjaga Nama Baik Keluarga

Pada dasarnya, nama baik seseorang merupakan citra seseorang di mata masyarakat. Itulah sebabnya, Moms dan Dads perlu memberitahu Si Kecil pentingnya menjaga nama baik dan nilai yang ada dalam dirinya sendiri, termasuk keluarga. 

Bagaimana cara anak menjaga nama baik dirinya dan keluarga? Tak lain dan tak bukan adalah dengan menunjukkan sikap dan perilaku yang baik kepada sesama. Hal ini pun juga bisa dengan mengedepankan prestasi studi atau keterampilan lainnya. 

6. Selalu Bersikap Sopan pada Seluruh Anggota Keluarga

Peran anak dalam keluarga yang tak kalah penting adalah dengan bersikap sopan. Hal ini berlaku tidak hanya kepada orangtua, tetapi juga pada seluruh anggota keluarga. 

Baca Juga: Mental Health adalah Menjaga Keseimbangan Pikiran, Jiwa, dan Perasaan

Sikap sopan kepada anggota keluarga menunjukkan bahwa si Kecil menghormati keluarganya, terutama mereka yang lebih tua. Di sisi lain, anak-anak yang mampu bersikap sopan memegang nilai dan norma yang diajarkan dengan baik. 

Itulah beberapa peran anak dalam keluarga yang perlu Moms dan Dads kenalkan sejak dini. Kenalkan secara perlahan dan beri contoh karena Si Kecil perlu melihat cerminan sikap tersebut dari kedua orangtuanya. 

Ingat, anak lebih mudah meniru dari lingkungan terdekatnya, yaitu keluarga. 

Jadi, sebelum melakukan apapun, kita perlu merefleksikan kembali diri kita sendiri terlebih dahulu. Jika Anda ingin anak-anak Anda berubah, ubahlah diri Anda terlebih dahulu mulai dari cara bersikap dan berkomunikasi. Karena, ketika Anda sendiri bahagia, Anda akan menyebarkan kebahagiaan ini ke rumah Anda, keluarga Anda, pasangan Anda, dan anak-anak Anda. Jadi, belajarlah untuk benar-benar bahagia, dan semua orang di rumah akan mengikuti energi Anda,” tutup Silvia.

Ingin memahami cara bersikap dan berkomunikasi harmonis antargenerasi? Worry not! Cindy dan Silvia akan berbagi lebih banyak dan mendalam dalam talk show di acara “Beautyfest Asia 2024” yang diselenggarakan oleh Popbela.com. pada hari Sabtu, 4 Mei 2024 mendatang.

Dalam acara yang berlangsung di The Ritz-Carlton Pacific Place, Jakarta ini, Cindy dan Silvia akan membahas strategi praktis dalam menjembatani kesenjangan komunikasi berbagai generasi.

 Tidak lupa, berbagi pengalaman pribadi dan insights yang berharga. Jadi, pastikan untuk menandai tanggal tersebut dalam kalender Anda dan jangan lewatkan kesempatan untuk mendapatkan wawasan baru yang mempekuat hubungan antargenerasi!

Leave a Reply