You are currently viewing Strategi Gaya Komunikasi Lintas Generasi untuk Hubungan Keluarga yang Harmonis
Sumber: Freepik

Strategi Gaya Komunikasi Lintas Generasi untuk Hubungan Keluarga yang Harmonis

Pernahkah Anda merasa kesulitan untuk terkoneksi dengan seseorang dari generasi yang berbeda? Apakah Anda capek terus-terusan merasa tidak dimengerti atau frustasi dengan cara mereka berkomunikasi? Anda nggak sendirian, kok. Di tengah kemajuan teknologi yang berkembang cepat, hambatan gaya komunikasi dengan kelompok usia yang berbeda atau antargenerasi malah semakin sering ditemukan.

Namun, jangan khawatir! Ada banyak cara untuk menjembatani kesenjangan dan meningkatkan gaya komunikasi antargenerasi. Cindy Gozaly, Founder dan CEO Jivaraga, Leadership and Mindfulness Coach dan Silvia Basuki, Certified Family Constellation Therapist dari Jivaraga memberikan pandangannya tentang membangun jembatan dan membina gaya komunikasi dan hubungan melampaui batas usia.

Perbedaan Generasi: Tantangan dan Peluang

perbedaan GENERASI
Sumber: Freepik

Generasi yang berbeda sering kali memiliki nilai-nilai, keyakinan, dan cara pandang yang berbeda dalam mengungkapkan cinta dan kasih sayang. Memahami perbedaan-perbedaan ini merupakan kunci untuk membangun hubungan yang harmonis lintas generasi. Apa saja hambatan gaya komunikasi yang biasanya terjadi di antara generasi yang berbeda?

Silvia: Cinta merupakan fondasi yang tak pernah berubah dalam setiap hubungan dan keluarga. Namun, terdapat tantangan dalam pemahaman dan ekspresi cinta antargenerasi. Orang tua mungkin terlalu khawatir terhadap anak-anak mereka, tetapi upaya ini sering kali terjadi sebagai bentuk kasih sayang.

Perubahan sosial dan budaya memengaruhi cara kita memahami dan mengungkapkan cinta. Sementara, perbedaan dalam bahasa cinta dapat menyebabkan ketidakcocokan persepsi antara anggota keluarga. Generasi yang lebih muda juga cenderung memiliki sikap yang lebih beragam terhadap perencanaan keluarga dan menerima struktur keluarga yang non-tradisional.

Cindy: Perubahan sosial dan budaya memengaruhi cara kita memahami dan mengungkapkan cinta antargenerasi. Dan, dapat memicu pergeseran norma-norma sosial yang memengaruhi persepsi tentang cinta dan hubungan.

Selain itu, keragaman budaya dalam keluarga dapat menciptakan beragam interpretasi tentang cinta dan ekspresi kasih sayang. Perbedaan dalam bahas cinta juga memainkan peran penting. Seperti, ketika seorang ayah mengekspresikan cintanya dengan bekerja keras, sementara anak mereka meras ditinggalkan karena kurangnya kehadiran fisik.

Demikian pula, tekanan sosial untuk memenuhi standar kecantikan atau kesuksesan dalam hubungan dapat memengaruhi persepsi diri dan harga diri seseorang. Dengan demikian, kompleksitas dan variasi dalam cinta dan hubungan antargenerasi mencerminkan dinamika yang terjadi dalam perubahan budaya dan sosial.

Silvia: Orang tua mengkhawatirkan anak-anak mereka karena kasih sayang yang mendalam. Namun, kekhawatiran ini dapat disalahartikan sebagai kontrol yang berlebihan oleh anak-anak. Perbedaan pendapat selalu ada, tetapi perubahan adalah konstan, dan setiap individu mengekspresikan cintanya dengan cara yang unik.

Upaya untuk menjembatani kesenjangan generasi dapat dilakukan melalui komunikasi terbuka, mendengarkan dengan aktif, dan saling menghormati, sehingga memperkuat ikatan dan memperdalam hubungan antargenerasi.

Baca Juga: Mengenal Conscious Leadership Lebih Dalam: Cindy Gozali

Kesenjangan Gaya Komunikasi

Salah satu tantangan utama dalam hubungan lintas generasi adalah kesenjangan gaya komunikasi. Bagaimana gaya komunikasi yang yang berbeda antargenerasi bisa menyebabkan ketidakpahaman dan konflik?

Silvia: Setiap generasi dipengaruhi oleh norma dan nilai sosial pada masanya. Hal ini memengaruhi cara mereka mengekspresikan emosi dan bahasa cinta mereka. Namun, sering kali, kunci dari hambatan komunikasi adalah kurangnya pengakuan atas usaha (efforts) dan sufferings, baik itu pada orang tua maupun anak.  

Hal ini, jika diperbaiki, dapat membantu memecahkan banyak tantangan yang dihadapi di era modern saat ini. Kemajuan teknologi membuka peluang untuk meningkatkan komunikasi antargenerasi. Generasi muda dapat membantu orang tua memanfaatkan teknologi untuk memperbaiki interaksi dan pemahaman antarkelompok usia.

Cindy: Hambatan komunikasi antargenerasi dalam ekspresi cinta dan kasih sayang sering kali terikat dengan perbedaan gaya komunikasi, harapan, dan norma budaya. Generasi tua cenderung memilih komunikasi tradisional, seperti percakapan tatap muka. Sementara, generasi muda lebih condong menggunakan teknologi digital, seperti pesan teks (WhatsApp) atau media sosial.

Strategi untuk Meningkatkan Gaya Komunikasi

GAYA KOMUNIKASI LINTAS GENERASI
Sumber: Freepik

Penting bagi keluarga untuk mengakui dan mengatasi kesenjangan komunikasi untuk menciptakan hubungan yang harmonis. Apa saja strategi yang dapat digunakan untuk meningkatkan komunikasi antara orang tua dan anak dalam keluarga lintas generasi?

Silvia: Dengan mengakui upaya dan posisi setiap individu dalam keluarga, termasuk ketika mereka melakukan ‘kesalahan’ menurut sudut pandang kita, penting untuk memastikan bahwa mereka tetao nerasa sebagai bagian yang penting dalam keluarga.

Kita perlu memahami dan mendengarkan alasan di balik tindakan seseorang, yang sebenarnya sering kali didorong oleh cinta terhadap keluarga. Dengan demikian, diperlukan keseimbangan antara generasi tua dan muda. Hal ini akan memberikan ruang bagi setiap individu untuk menyampaikan pendapat mereka tanpa dihakimi dan memahami maksud dari setiap tindakan masing-masing. Perlahan, kita dapat membuka jalan bagi solusi yang berkelanjutan melalui komunikasi terbuka dan empati.

Cindy: Membangun hubungan yang kuat antargenerasi membutuhkan sikap empati, pengertian, dan keterbukaan pikiran, serta kemauan untuk belajar dari sudut pandang satu sama lain. Menciptakan peluang untuk percakapan antargenerasi, seperti dalam pertemuan keluarga ketika para orang tua dan generasi muda berbagi cerita dan pengalaman mereka, dapat membantu menjembatani kesenjangan komunikasi dan memperkuat hubungan.

Ciptakan pula strategi efektif untuk memulai percakapan yang jujur tentang cinta dan hubungan dalam keluarga meliputi menciptakan lingkungan yang aman dan tidak menghakimi, mendengarkan secara aktif, dan mengekspresikan empati dan pengertian. Teknik komunikasi, seperti mendengarkan secara aktif dan menggunakan pernyataan “saya” juga dapat memfasilitasi dialog yang produktif.

Baca Juga: Mengenal Lebih Jauh Family Constellation, bersama Silvia Basuki, Family Constellation Therapist

Pentingnya Pengertian dan Empati

Dengan saling memahami dan menghormati, hubungan keluarga dapat menjadi lebih kuat dan harmonis. Bagaimana pengertian dan empati adalah kunci dalam menjembatani kesenjangan gaya komunikasi antara orang tua dan anak?

Silvia: Generasi yang lebih tua mungkin membutuhkan waktu untuk belajar atau menyesuaikan diri, dan kita hormati proses tersebut. Namun, penting untuk diingat bahwa tidak pernah terlambat untuk mencoba pendekatan baru dalam komunikasi.

Mengungkapkan perasaan secara terbuka lebih baik daripada menyimpannya di dalam hati. Dengan kemajuan teknologi saat ini, kita memiliki banyak alat komunikasi yang dapat digunakan dalam berbagai kesempatan.

Dalam dinamika keluarga, baik yang terlihat maupun yang tidak, cinta adalah faktor yang mendasari. Penting untuk memahami bahwa semua anggota keluarga memiliki peran dan rasa cinta yang berkontribusi dalam hubungan tersebut. Dengan menyertakan semua orang tanpa menghakimi, kita menghormati pilihan dan nasib pribadi setiap individu. Hal ini menciptakan lingkungan keluarga yang inklusif dan penuh penghargaan.

Cindy: Generasi yang lebih tua dapat memperoleh wawasan dan pemahaman dari perspektif dan pengalaman generasi muda dengan sikap terbuka terhadap perubahan dan menerima berbagai cara ekspresi cinta. Di sisi lain, generasi muda bisa mendapatkan manfaat dari kebijaksanaan, bimbingan, dan pengalaman hidup anggota keluarga yang lebih tua.

Keluarga dapat memperingati cinta lintas generasi dengan menciptakan tradisi inklusif yang menghormati perbedaan individual. Ini dapat berupa pertemuan keluarga, acara khusus, atau kegiatan bersama yang memperdalam hubungan dan memperkuat ikatan keluarga.

Gali Lebih Dalam

Itulah sekilas tentang langkah membangun gaya komunikasi yang optimal antargenerasi. Cindy dan Silvia akan berbagi lebih banyak dan mendalam tentang bagaimana menciptakan komunikasi yang harmonis antargenerasi dalam talk show di acara “Beautyfest Asia 2024” yang diselenggarakan oleh Popbela.com. pada hari Sabtu, 4 Mei 2024 mendatang.

Dalam acara yang berlangsung di The Ritz-Carlton Pacific Place, Jakarta ini, Cindy dan Silvia akan membahas strategi praktis dalam menjembatani kesenjangan komunikasi berbagai generasi. Tidak lupa, berbagi pengalaman pribadi dan insights yang berharga. Jadi, pastikan untuk menandai tanggal tersebut dalam kalender Anda dan jangan lewatkan kesempatan untuk mendapatkan wawasan baru yang mempekuat hubungan antargenerasi!

This Post Has 2 Comments

Comments are closed.